Peristiwa

Wanita Asal Bali yang Tewas Setelah Berhubungan Intim Itu Ternyata Anak Mantan Anggota Dewan

Ngetikngetik.com, – Penemuan sosok mayat wanita ditaksir berumur 23 tahun pada, Rabu (20/7/2016) pagi gemparkan warga Jalan Pidada VI, Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung Utara, Denpasar.

Mayat wanita yang diketahui bernama Ni Luh Tety Ramuna (23)  ternyata anak dari mantan anggota dewan di Bali. Ia ditemukan meregang nyawa di bawah ranjang kamar nomor 5 Wisma Arta Puspita oleh karyawan wisma bernama Teuku Ismail (35).

Tak dapat mengelak, pelaku kemudian diamankan.

Dari dalam kamar, tampak sejumlah bercak darah terdapat di seprai ranjang dan bantal. Tim Identifikasi Polresta Denpasar yang tiba beberapa saat setelahnya lantas melakukan olah TKP.

Sumber di kepolisian menyebutkan korban Luh Tety merupakan anak mantan anggota dewan di Bangli.

“Ya dari pengakuan keluarga korban, dia memang anak mantan anggota dewan di Bangli. Tetapi belum dapat dibeberkan siapa anggota dewan yang dimaksud karena masih dalam penyelidikan,” ujar sumber.

Perbekel Desa Tiga, Putu Merta, pun membenarkan Luh Tety anak mantan dewan. Namun ia mengaku tidak mengetahui persis karena berbeda banjar.

“Ya, bapaknya yang dari Batur Tengah itu pernah katanya jadi anggota dewan. Saya lupa dewan di kabupaten atau di provinsi. Tapi saat mengisi akta perkawinan, identitas anaknya itu anak anggota dewan, saat ini kan sudah jadi mantan anggota dewan,” kata Merta saat dihubungi via ponselnya tadi malam.

Dilansir dari Tribun Bali, ayah dari korban adalah I Wayan Rena. Ia merupakan anggota DPRD Kabupaten Bangli periode 2009-2014 dari Partai PNBK.

Pada Pemilu Legislatif lalu ia sempat nyalon dari Partai Hanura dapil Susut. Saat ini ia dikabarkan masuk pengurus DPD II Partai GolkarBangli.

Paman korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia dan keluarga tidak memiliki firasat apapun sebelum peristiwapembunuhan itu terjadi.

Pria asal Kintamani ini juga mengaku keluarga sudah lama tidak berhubungan dengan keponakannya yang sudah menikah dan memiliki seorang anak berusia empat tahun tersebut.

“Mereka ‘kan tinggal di Denpasar, keluarga ada di Kintamani. Sudah lama tidak saling komunikasi. Sekarang anaknya (anak Tety) sedang bersama neneknya (di Banjar Tiga, Susut),” ujar sang paman saat ditemui di RSUP Sanglah.

Sementara itu, paman dari suami korban, Mustika, mengaku tak tahu terkait keseharian korban. Alasannya jarang bertemu karena korban tinggal di Denpasarsedangkan dirinya tinggal di Susut, Bangli.

“Saya juga nggak tahu persis korban kerja di mana. Tahunya cuma tinggal dan kerja di Denpasar. Saya ketemu dia terakhir waktu Tumpek Landep lalu dan ada odalan di rumah saudara,” ujarnya singkat saat dihubungi lewat ponselnya.

Loading...
loading...
Comments
To Top