Lifestyle

Ternyata, Tulisan Tangan Cermin Karakter Anda! Tulisan Kamu Gimana?

Ngetikngetik.com – Tulisan tangan adalah hasil dari proses interaksi bagian-bagian dalam otak. Oleh karena itu, tulisan tangan yang dihasilkan semua orang memiliki bentuk dan pola berbeda-beda.

Sebenarnya, tanpa tangan pun manusia masih bisa tetap menulis. Sebab, pengendali utama untuk menghasilkan sebuah tulisan terletak pada interaksi bagian-bagian di dalam otak manusia. Jadi, bukan di tangan.

Seperti diberitakan kompas, Oleh karena dikendalikan oleh otak, selain berfungsi sebagai alat validasi identitas, tulisan tangan juga bisa menjadi ”alat ukur” untuk mengetahui apa yang terjadi antara otak dan pikiran manusia, sehingga mampu mencerminkan karakter si pemilik tulisan tangan.

Umumnya, ketika menulis, pikiran Anda secara sadar menentukan konten tulisan dan pikiran alam bawah sadar mengendalikan pola dan bentuk tulisan tangan.

Studi yang mempelajari karakter manusia berdasarkan pola yang terbentuk dari bentuk tulisan tangan mereka dikenal dengan sebutan Grafologi.

Ilmu ini kali pertama dipublikasikan pada tahun 1622 oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Italia yang juga seorang profesor di University of Bologna.

Grafologi, di waktu sekarang, banyak berkembang di Amerika, Eropa, dan Indonesia. Ilmu Grafologi diakui di Amerika dan Eropa sebagai Ilmu Sosial.

Pada tahun 1980, Perpustakaan Kongres Amerika Serikat (Library of Congress) sebagai pusat riset Kongres Amerika Serikat memasukkan Ilmu Grafologi dalam 3 kategori yaitu Diagnostic graphology (kode155.282), Documentary evidence (kode 363.2565) dan Selection of personnel management (kode 658-3112).

Pada tahun 1990, Departemen Tenaga Kerja AS ( U.S. Dept. of Labor) memasukkan Grafolog sebagai sebuah profesi resmi dalam daftar status pekerjaan di AS.

Susahnya menirukan tulisan tangan orang lain dan memanipulasi tulisan tangan diri sendiri membuat Ilmu ini bisa jadi sarana bercermin yang tajam bagi siapa saja untuk mengetahui refleksi karakter sang pemilik tulisan tangan. (Deborah Dewi)

Loading...
loading...
Comments
To Top