Peristiwa

Tarif Rp1.5 Juta Untuk Sekali Kencan (Short time)

Ngetikngetik.com – Kembali digelar sidang kasus perdagangan manusia (human trafficking) dengan terdakwa bernama David yang merupakan seorang mahasiswa perguruan tinggi di Medan di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/12/2015).

Ketiga Korban Yaitu,Annisa (24), warga jalan Sutrisno Gang Insaf. Desi (21), warga Jalan Setia Budi dan Tasya (20), warga Jalan Denai Gang Tuba 3 mengaku dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Fauzul Hamdi mengaku memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali kencan singkat (short time).

“Tarif saya Rp1,5 juta untuk sekali pakai, Pak Hakim,” ucap Desi.

Lanjutnya gadis tersebut menceritakan kronolignya, pada tanggal 29 September 2015, ia dihubungi oleh terdakwa David. Dalam pembicaraan tersebut, ia di tawari terdakwa untuk menemani ‘tamu’ yang ingin memakai jasanya.

“Kata dia (David) ada yang mau short time. Saya bilang mau, tapi tarifnya Rp1,5 juta. Terus dia setuju dan menyuruh saya datang ke Hotel Antares,” kata Desi yang mengaku sudah kenal lama dengan terdakwa.

Korban yang bernama Tasya menerangkan pengakuan yang serupa, terdakwa David menghubungi dirinya dan memintanya untuk membawakan seorang teman.

“Katanya ada empat orang tamu, Pak. Dia menyuruh saya untuk mencari satu orang lagi. Terus saya menghubungi Annisa,” terangnya.

Setelah sampai di Hotel Antares, mereka langsung dibawa David ke dalam sebuah kamar yang sudah ditunggu oleh empat orang tamu yang memesan jasa mereka. Pada saat berada didalam kamar, ketiga korban diseleksi oleh para tamu.

“Kami dikontes dulu, Pak. Tapi Annisa enggak terpilih. Terus David transaksi dengan tamu dan polisi pun masuk,” ungkap Tasya.

Tasya kembali mengungkapkan, bahwa ia tidak pernah merasa dipaksa oleh terdakwa atas pekerjaan yang sudah ia lakoni selama satu tahun ini. Selama ‘tamu’ tersebut tidak keberatan dengan tarif yang sudah ditetapkan, ia mampu menyanggupi permintaan tamu tersebut.

“Harganya tidak bisa kurang, Pak. Sekalipun dia (tamu) ganteng. Ini saya lakukan atas kemauan sendiri dan tidak ada paksaan,” ujar Tasya yang diaminkan dua saksi korban lainnya. Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan setelah mendengarkan kesaksian dari pada korban.

Pages: 1 2

Loading...
loading...
Comments
To Top