Dunia

Suku Karamoja di Uganda Anggap Berpakaian Datangkan Bencana

Ngetikngetik.com, – Pakaian yang indah adalah bagian dari budaya. Karena itu tiap-tiap orang modern menyimpan puluhan pakaian agar selalu bisa tampil lebih menawan. Berapa kira-kira baju yang kamu simpan di lemari, namun tiap mau pergi, selalu terasa tak ada yang bisa dipakai?

Namun di Karamoja sebaliknya. Semua warga yang menghuni wilayah ini menolak berpakaian selama hidupnya. Mereka mempunyai keyakinan unik, berpakaian dianggap bisa mendatangkan bahaya.

Karamoja, kota yang berada di wilayah Uganda ini dianggap tak beradab dan pada masa kolonial, warganya juga dilarang untuk berkomunikasi dengan orang asing. Tempat ini sebenarnya mengalami isolasi pada masa yang panjang. Karena itu Karamoja mempunyai budaya yang super unik.

Pakaian yang indah adalah bagian dari budaya. Namun tidak di Karamoja karena berpakaian dianggap bisa mendatangkan bahaya,
Secara geografis, wilayah seluas lebih dari 27.000 kilometer persegi ini berupa hamparan padang sabana dan semak belukar. Wilayah yang berada di sebelah timur laut Uganda ini berbatasan dengan Kenya dan Sudan dan Ethiopia.

Karamoja dikelilungi dengna kondisi alam yang membuat tempat ini terisolasi. Di sebelah timur berdiri megah lereng Rift Valley menjulang sampai di dataran Kenya. Di sebelah utara terletak cekungan murni Kidepo National Park yang sampai ke pegunungan Sudan.

Di selatan, terdapat puncak Gunung Elgon National Park, yang dibentuk oleh letusan gunung berapi jutaan tahun yang lalu. Sementara di barat, terbentang rawa maha luas.

Pakaian yang indah adalah bagian dari budaya. Namun tidak di Karamoja karena berpakaian dianggap bisa mendatangkan bahaya,
Entah hanya karena terisolasi atau sebab lain, masyarakat di sini, laki-laki dan perempuan, dewasa dan anak-anak tak memakai pakaian selembar pun. Kadang-kadang perempuan hanya memakai bulu untuk menutup kemaluannya.

Pemerintah Uganda tidak tinggal diam. Warga masyarakat telah diajak untuk memakai pakaian yang pantas, namun mereka dengan keras menolaknya.

Loading...
loading...
Comments
To Top