Peristiwa

Status Awas, Volume Gunung Sinabung Capai 3 Juta M Kubik!

g sinabung

Ngetikngetik.com – Lupakan sejenak barca juara liga champions dan presiden jokowi salah sebut tempat kelahiran bung karno. Lihat, saudara-saudara kita di Sekitar Gunung Sinabung telah was-was kapan gunung tersebut memuntahkan lavanya. Mudah-mudahan saja tidak terjadi ya..

“Sabtu kemarin sejak pukul 00.00 hingga 06.00 ada gempa guguran sebanyak 49 kali dan gempa low frequency sebanyak 19 kali serta 1 kali gempa hybrid,” kata Pengamat Gunung Api Sinabung Arif Cahyo, Sabtu (6/6), di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Aktivitas Gunung Sinabung yang semakin tinggi itu, lanjut Arif, ditunjukkan dengan jumlah gempa yang terus meningkat per hari. Pada Selasa (2/6), tercatat ada 145 kali gempa guguran. Jumlah itu sempat menurun pada Rabu (3/6) menjadi 134 kali dan kemudian meningkat pada Kamis (4/6) dan Jumat (5/6) masing-masing 168 kali dan 201 kali gempa guguran. “Saat ini Gunung Sinabung masih fluktuatif tinggi,” ucap Arif.

Gempa low frequency pun terus meningkat. Pada Selasa, ada 22 kali. Rabu 24 kali, Kamis 28 kali, dan Jumat 54 kali. “Pertumbuhan volume kubah lava juga diperkirakan bertambah. Siang nanti, kami akan mengukurnya kembali,” katanya.

Saat statusnya dinaikkan jadi Awas, volume kubah lava mencapai lebih dari 3 juta meter kubik. Secara visual, panjang kubah lava itu 365 meter, lebar 164 meter, dan tebal 53 meter.

Kepala Badan Geologi Surono, saat memantau Gunung Sinabung, mengatakan, kubah lava berada dalam kondisi labil. “Jika gugur dalam volume besar, bisa meninbulkan awan panas dengan kecepatan 300-400 km per jam. Panasnya bisa mencapai lebih dari 600 derajat celsius,” kata Surono.

Sebanyak 2.671 warga dari empat desa yang berada di arah selatan dan tenggara Gunung Sinabung, sesuai dengan arah bukaan kubah lava, masih berada di beberapa lokasi pengungsian di Kabanjahe, seperti di Gereja St Petrus dan Paulus, Gereja Batak Karo Protestan, dan di Gedung KNPI, serta di Desa Batu Karang.

Gunung Sinabung terus bergolak secara fluktuatif sejak meletus pada 15/9/2013 hingga sekarang. Status Awas pernah diberlakukan mulai 23/11/2013 hingga 8/4/2014. Setelah itu, status turun menjadi Siaga.

Tak diketahui kapan erupsi Gunung Sinabung ini akan berhenti. Fenomena ini mirip dengan Gunung Unzen di Jepang yang mengalami erupsi selama 5 tahun setelah 200 tahun terdiam.

Loading...
loading...
To Top