Peristiwa

Sadis! Akibat Daging Babi Sirait Meregang Nyawa

 

Ngetikngetik.com –  Pembunuhan sadis terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Pembunuhan ini dipicu hanya gara-gara pembagian daging babi.

Pelaku kemudian diamankan warga dan diserahkan ke petugas Unit Reskrim Polsek Tanah Jawa, beberapa menit setelah kejadian.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Jumat (18/9/2015) menyebutkan, pelaku pembunuhan sadis itu adalah Hendri Malau (61), warga Huta Batang Hio, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Sementara korbannya adalah tetangganya sendiri, Jonner Sirait (41), yang merupakan Ketua Serikat di kampung mereka.

Kasus pembunuhan ini berawal dari salah paham antara pelaku dan korban saat berlangsung acara adat pemakaman Monang Sinaga (86), merupakan warga kampung mereka pada Kamis (17/9/2015).

Pelaku dan rekannya menanyakan ‘Jambar Pakkalung’ (bagian daging babi dalam acara adat Batak yang dibagi kepada warga yang ikut prosesi pemakaman).

Pelaku mengira daging babi yang diberikan ahli musibah (suhut/tuan rumah) itu dimakan sendiri oleh korban, padahal memang belum sempat dibagikan.

Karena mengira bagian daging babinya digelapkan korban, pelaku kemudian mencari-cari Ketua Serikat Kampung itu.

Tapi sebelumnya ia pulang ke rumah mengambil pisau belati. Sambil menunggu korban yang tidak ikut prosesi pemakaman karena sedang menyadap tuak, pelaku menunggu di dekat pemakaman.

Tak lama kemudian korban melintas. Pelaku lalu memeluknya dari belakang dan menusuk belatinya berkali-kali ke pinggang dan perut korban.

Korban sendiri tak bisa melawan karena tubuhnya dipiting pelaku. Akhirnya korban roboh dan tewas di tempat kejadian.

Warga yang melihat kejadian langsung menangkap pelaku dan menelepon polisi. Sementara jenazah korban dibawa ke RSUD Djasemen Saragih, Kota Pematang Siantar.

“Pelaku sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan. Barang bukti pisau belati untuk membunuh korban juga sudah diamankan. Pelaku kita jerat dengan Pasal 340 Subs 338 Subs 351 ayat 3 dari KUHP Pidana dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,”kata Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Sejahtera Sembiring, saat dikonfirmasi. (ksm)

Loading...
loading...
To Top