Peristiwa

PAD Kolam Renang Selayang Medan Dipertanyakan

Ngetikngetik.com – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumatera Utara, Muchrid Nasution (Coki) menegaskan ada keanehan jika Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut selaku mengelola Kolam Renang Selayang mengaku, tidak mampu memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sarana olahraga dan rekreasi itu.

“Saya juga heran jika dikatakan Kolam Renang Selayang hingga saat ini tidak punya kontribusi PAD,” kata Coki yang juga Ketua Komisi C DPRD Sumut, pada Diskusi Olahraga “Satu Hati Sumut Paten” yang digelar SIWO PWI, Sabtu (19/9/2015) kemarin.

Diskusi tersebut membahas kelangsungan prestasi olahraga Sumut yang dikhawatirkan semakin terpuruk akibat minimnya anggaran serta mencari solusinya kedepan.

Dalam diskusi itu, Coki menepis anggapan Ketua Umum KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu yang mempertanyakan sumber dana pengelolaan Kolam Renang Selayang kepada Pengprov PRSI Sumut.

“Bukan PRSI yang mengelola Kolam Renang Selayang, tapi Dispora Sumut. PRSI Sumut cuma numpang di situ,” katanya serius.

Dia bahkan mengungkapkan bagaimana prihatinnya atlet renang Sumut berlatih di situ, terkadang saat latihan malam tanpa ada aliran listrik akibat diputus oleh PLN.

Untuk itulah, Coki mengaku akan memperjuangkan kepada Pemprov Sumut agar Kolam Renang Selayang bisa dikelola oleh PRSI hingga penghasilan yang diperoleh dari kolam tersebut, baik penjualan tiket masuk, parkir maupun restoran dan sebagainya bisa berkontribusi untuk pemerintah sekaligus membantu pembinaan atlet.

“Kita yakin cukup banyak pendapatan dari Kolam Renang Selayang. Kalau memang nantinya menjadi wajib PAD kita sanggupi,” ujar anggota Badan Anggaran DPRD Sumut ini.

Sebagai wakil rakyat di komisi yang menangani masalah keuangan, dalam diskusi itu, Coki memaparkan berbagai sektor yang diprediksi mampu menambah PAD Sumut.

“Jangan kita cuma bicara anggaran Rp8 Miliar untuk olahraga, tapi ternyata uangnya tak ada akibat minimnya PAD,” katanya.

Salah satu sektor lainnya, sebut dia, Komisi C saat ini sedang gencar memotivasi pemerintah untuk mendesak PT Inalum segera membayar utang senilai Rp 442 Miliar kepada Pemprov Sumut.

Jika utang tersebut dibayar oleh PT Inalum, sebutnya tentu Pemprov Sumut memiliki tambahan dana yang lumayan besar di tengah kekurangan anggaran yang hingga kini diprediksi mencapai angka Rp.1.2 Triliun.

Diskusi dihadiri Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Komisi E DPRD Sumut Salomo Pardede dan sejumlah pengurus olahraga lainnya.(ksm)

Loading...
loading...
To Top