Editor's Choice

Miris! Bantuan Pemerintah Cuma Rp 500.000, Khusaeri Gadaikan Gubuk demi Obati Anak Balita Hidrosefalus

Ngetikngetik.com – Lantaran terbentur biaya pengobatan, Khusaeri (44) dan Mukhlis (35), orangtua anak balita hidrosefalus Selly Anggraeni (3), terpaksa menggadaikan surat rumah miliknya.

Uang hasil menggadaikan surat rumah dipakai untuk biaya pengobatan dan perawatan Selly jumlahnya sangat besar bagi Khusaeri yang sehari-hari hanya berprofesi sebagai buruh tani serabutan di kampungnya, Dusun Amburan, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, itu.

“Dari pemerintah, kami memang sudah dapat dua kali sumbangan sebesar Rp 500.000. Saat Selly dirawat pertama kali di (RSUD) Ibnu Sina, dan awal tahun kemarin melalui Bu Anis (bidan desa setempat). Tapi itu belum cukup untuk biaya perawatan Selly sehari-hari, Mas,” tutur Khusaeri, ayahanda Selly, Kamis (18/8/2016).

Menurut dia, uang sejumlah itu, diklaim Khusaeri hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Selly selama lima bulan saja, yakni untuk membeli popok dan susu formula.

“Terus terang, uang Rp 500.000 itu cukup buat beli Pampers sama susu formula Selly selama lima bulan. Itu pun harus saya irit-irit penggunaannya, sebab sejak menderita penyakit ini, Selly tak lagi mau minum ASI (Air Susu Ibu) saya,” timpal Mukhlis, ibunda Selly.

“Bahkan kalau bapaknya sedang tidak ada uang dan stok susu formulanya habis, saya sering memberikan Selly dengan air dicampur gula saja. Sebab minuman lain atau bahkan makanan, Selly tidak mau,” sambungnya.

Tidak hanya menggadaikan surat rumah kayu beralaskan tanah, orangyua Selly pun sempat meminjam uang Rp 10 juta kepada rentenir guna biaya pengobatan dan perawatan anak ketiga dari empat bersaudara tersebut. Kini utangnya kepada rentenir kian membengkak karena orangtua Selly tidak lagi mampu membayar cicilan sebesar Rp 500.000 setiap bulan.

“Untunglah biaya pengobatan dan perawatan Selly di Bu Anis tidak pernah dipungut biaya. Meski untuk pengobatan di rumah sakit, beda lagi ceritanya,” ujar Mukhlis.

Kenyataan pelik pun kini harus dihadapi pasangan Khusaeri dan Mukhlis. Lantaran terbentur keuangan, maka mereka pun tak lagi kuat membayar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan milik Selly.

“Sebenarnya, oleh dokter disuruh rutin kontrol ke rumah sakit satu bulan sekali. Tapi karena tak punya biaya, kami tak bisa melakukannya. Paling kalau pas ada uang atau Selly dalam keadaan parah, baru kami periksakan ke rumah sakit. Apalagi, sudah setahun ini BPJS Selly tak lagi kami bayar karena tak punya uang,” pungkasnya.

Kita bisa bantu Selly di https://ktbs.in/ud0k2

Loading...
loading...
Comments
To Top