Peristiwa

Mengharuhkan! Gadis 6 Tahun Ini Korbankan Nyawa demi Selamatkan Adiknya

406726_620

Ngetikngetik.com – Sungguh mengharukan tindakan yang dilakukan oleh seorang gadis cilik berusia 6 tahun ini. Bagaimana tidak, ia rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan adiknya.

Kejadian nahas tersebut terjadi saat Masha Yantuganova bersama Dima, adiknya yang berusia satu setengah tahun, tengah sendirian di dalam rumahnya di desa Suuk-Chishma di Republik Bashkortostan, Rusia. Sedangkan kedua orang tua mereka sedang berada di luar rumah membersihkan taman.

Seperti yang dilansir Mirror pada 6 Juni 2015, Dima secara tak sengaja menendang kabel ketel listrik dengan kakinya, yang menyebabkan ketel tersebut jatuh dan menumpahkan air mendidih didalamnya.

Melihat air bertumpahan di meja, Masha melemparkan dirinya menutupi Dima untuk melindungi adiknya dari tumpahan air panas dari atas meja. Tragisnya, air panas itu mengalir menyiramnya dan dia dilaporkan menderita luka bakar tingkat tiga di sekitar 60 persen dari tubuhnya.

Masha lalu berteriak memanggil ibunya. Sang ibu, Tatyna, menceritakan bahwa ketika itu Masha tidak menangis. “Dia kesakitan tapi tidak menangis karena dia tidak ingin saya khawatir. Dia hanya terus mengatakan bahwa saya harus mengurus Dima,” kata Tatyana.

Tatyana lalu merendam kedua anaknya di dalam air es. Anggota keluarga ain mencoba menelepon ambulans, tapi tidak ada jawaban.

Putus asa, Tatyana meminjam mobil tetangga dan bersama dengan anak-anaknya bergegas ke rumah sakit setempat. Di sana mereka harus menunggu kedatangan dokter hingga satu jam.

Tatyana mengatakan bahwa ketika para dokter akhirnya tiba, mereka mengoleskan salep kepada Dima dan kemudian berkata bahwa salep mereka telah habis dan tidak ada cukup salep untuk Masha.

Tatyana kemudian pergi ke rumah sakit lain, tetapi Masha kehilangan kesadaran di jalan. Ketika mereka tiba di rumah sakit lain, gadis itu dibawa ke bagian perawatan intensif, namun kemudian meninggal.

“Masha meninggal di rumah sakit. Para dokter mengatakan dia punya luka bakar di 60 persen tubuhnya. Dia meninggal karena kurangnya pertolongan pertama. Anakku Dima mengalami luka bakar hingga 40 persen tubuhnya tapi dia masih hidup karena dia mendapat pengobatan,” kata Tatyana. (Tempo)

Loading...
loading...
To Top