Peristiwa

Medan Kembali Diselimuti Kabut Asap

 

Ngetikngetik.com –  Kota Medan kembali diselimuti kabut asap, Jum’at (18/9/2015) sore. Belum ada keterangan dari pihak berwenang asap berasal dari mana.

Hasil pantuan redaksi kabarhukum.com kabut asap menyelimuti sejumlah ruas jalan–jalan utama hingga menghalangi jarak pandang 3–5 kilometer.

Polutan standar indek atau indeks standar pencemar udara (ISPU)yang berada di persimpangan Jalan Jend. A Yani Medan Kesawan Medan sama sekali tidak berfungsi.

ISPU berfungsi sebagai pengukur kualitas udara bagi masyarakat, apakah udara sedang tercemar ataupun tidak.
Beginilah potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Kamis (3/10/2015) kemarin.

Potret kawasan Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) yang diselimuti kabut asap

Beberapa hari yang lalu Kota Medan juga diselimuti kabut asap, hingga menganggu kesehatan terhadap kesehatan masyarakat dan jadwal penerbangan di Bandara Kualanamu.

Sementara staf Pelayanan Jasa BMKG Wilayah I Medan, Kristin mengatakan asap merupakan kiriman dari daerah tetangga karena pembakaran hutan untuk perluasan wilyah perkebunan. Tujuh Perusahaan Tersangka Pembakaran Hutan

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihaknya telah menetapkan tujuh perusahaan sebagai tersangka pelaku pembakaran hutan.Ketujuh perusahaan tersebut beroperasi di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Secara keseluruhan kami telah menetapkan 140 tersangka, tujuh di antaranya ialah korporasi. Tadi pagi juga sudah ada yang ditangkap,”kata Badrodin dalam konferensi pers di kantor presiden, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Ketujuh perusahaan itu adalah PT RPP di Sumatra Selatan, PT BMH di Sumsel, PT RPS di Sumsel, PT LIH di Riau, PT GAP di Kalimantan Tengah, PT MBA di Kalimantan Tengah, dan PT ASP di Kalteng.

Selain menetapkan ketujuh perusahaan itu sebagai tersangka, Badrodin mengatakan ada 20 perusahaan lainnya yang berada dalam proses penyidikan. (ksm)

Loading...
loading...
To Top