Indonesia

Mantan Ketua Gafatar: Kami Ini Keluar Dari Islam ‘Mainstream’

Ngetikngetik.com – Eks Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Mahful Muis Tumanurung gerah terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) di sejumlah daerah yang menyatakan Gafatar menyebarkan aliran sesat.

“Kami tidak memiliki paham sama, dan bukan bagian dari mereka (MUI). Bagaimana difatwa kalau kami ada di luar (bukan bagian),” kata Mahful, yang akhirnya buka suara.

Mahful datang bersama Juru Bicara Gafatar Wisnu Windhani dan beberapa eks anggota. Mereka didampingi Alvon Kurnia Palma, Ketua Badan Pekerja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sebagai fasilitator–untuk berbicara dengan media. Acara dilakukan di Lantai III Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Ia mengatakan mantan anggota Gafatar telah keluar dari keyakinan agama Islam mainstream. Ajaran yang dipegang teguh adalah paham Millah Abraham yang dianggap sebagai jalan kebenaran. Sebab itu, ditambahkan dia, MUI salah alamat melabelkan sesat ke pihaknya.

“Kantor kami terbuka, kenapa ketika kami eksis tidak pernah diajak diskusi? Kenapa tiba-tiba diberi fatwa? Apakah Anda (MUI) pernah berdialog dengan kami?” ungkapnya.

Pihaknya mengaku sempat meminta waktu berdialog dengan MUI pada tahun 2015, tapi tidak digubris.

Menurutnya Gafatar diilhami dari ajaran-ajaran para nabi sebagaimana Islam. Namun, Gafatar tidak hanya mengakui satu kitab suci, melainkan juga kitab yang lain. “Soal keyakinan, itu hak asasi kami,” katanya.

Mahful melanjutkan, Gafatar menjadikan pendiri gerakan Alqiyadah Ahmad Musaddeq sebagai sumber inspirasi, bukan pendiri. Musaddeq juga tidak masuk keorganisasian Gafatar. “Beliau itu narasumber spiritual kami. Apa salah kami pilih (Muzaddeq)?,” katanya.

Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat ini memberi tahu bahwa Gafatar menggelar kongres pada 14 Agustus 2011 dan menetapkannya sebagai ketua umum. Pada 13 Agustus 2015 Gafatar bubar melalui kongres luar biasa. “Sejak bubar. Semua anggota Gafatar diberi keleluasaan untuk tetap menjalankan program, ” ujarnya.

Usai jumpa media, Mahful enggan melakukan tanya jawab kembali. Dengan berjalan cepat dia menuju mobil SUV hitam merek Ford Everest yang menjemputnya. Via: Beritagar

Loading...
loading...
Comments
To Top