Peristiwa

Letusan Gunung Sinabung Baru Berhenti 5 Tahun Lagi

Ngetikngetik.com, Medan – Penanganan dampak erupsi dan penanganan pengungsi Gunung Sinabung, yang berada di Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (2/7), menjadi tranding topik bagi Preisden Republik Indonesia, Jokowi dalam rapat kabinet.

Dalam rapat tersebut, disampaikan informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Sinabung bakal berlangsung selama 5 tahun ke depan atau pada 2020. “Karenanya diperlukan pola penanganan yang baru,” kata Jokowi serius.

Dia berharap pemerintah bisa hadir di tengah-tengah kesusahan rakyatnya. Begitu juga dengan korban erupsi Gunung Sinabung yang ingin merasa diselesaikan masalahnya.

“Saya sudah kirim tim ke sana, yang saya baca di lapangan sekarang sudah enggak mau lagi nerima kunjungan, kunjung-kunjungi kalau tak menyelesaikan masalah untuk apa,” jelasnya. Jokowi mengatakan, ia akan mengunjungi pengungsi Gunung Sinabung bila segala persoalan telah diselesaikan.

 “Saya nanti berkunjung ke sana, masalah penyelesaian secara permanen harus sudah ditemukan, baru saya ke sana,kalau hanya membawa bantuan saya gak mau, itu mensos bisa,”tambahnya. 

Menurut Jokowi, ketika terakhir dia ke Sinabung, pemerintah telah berusaha menyediakan lahan baru untuk garapan pengungsi.

Kemudian juga dibangunkan rumah untuk para pengungsi. “Pembangunan rumah juga sampai hari ini terakhir mungkin 370 sudah selesai 130-an, tetapi kejadian erupsi Sinabung yang beberapa minggu ini mulai lagi,” tegasnya mengakhiri.

Sementara pengamat lingkungan hidup, Hariono Benget Pane di Medan, Kamis (2/7/2015) mengatakan, pemerintah Sumatedra Utara harus benar-benar menyiakpi permasalahan ini mengingat bahaya yang ditimbulkan letussan gunung Sinabung.

Sebab hingga kini saja gunung tersebut  terus memuntahkan debu vulkaniknya yang sudah jelas membuat warga yang dahulunya bermukim di sekitar gunung tersebut, harus berhenti melakukan atifitasnya dalam hal bercocok tanam sebagai sumber kehidupan mereka. 

“Apalagi sampai lima tahun  lamanya gunung Sinabung baru berhenti memuntahkan debu ataupun lapanya,”katanya serius.

Benget juga berpandangan lain terhadap aktivitas yang ditimbulkan gunung Sinabung. Ia juga memionta kepada seluruh para pejabat daerah ini agar lebih introfeksi diri.

Sebab menurnutnya, Tuhan dalam hal ini marah karena tingkah laku kita bahkan para pejabat daerah ini yang gemar melakukan kesalahan.

Contoh kesalahan itu adalah, terusnya pembalakan hutan walaupun pemberitaan di media hal itu tetap diberantas. Pengkebirian terhadap kaum lemah dan yang paling jelas lagi yaitu, hukum selalu tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

 “Jadi seharusnya urat malu para pejabat kita haruslah dikedepankan, sehingga alam tak murka. Bayangkan saja, yang menderita akibat letusan gunung Sinabung tersebut, ya sudah pasti rakyat bawah. Apalagi dengan tak berhentinya gunung Sinabung memuntahkan baik debu, lapa dan sebagainya, sudah pastilah seperti sayur mayur harganya meroket tajam yang sudah pasti membuat para kaum ibu harus memutar otak untuik mencukup uang belanjanya selama sebulan ,”pungkasnya.

Loading...
loading...
To Top