Peristiwa

Kapolri Perintahkan Kapolda Sumut ‘Seret’ Pria Tionghoa Penampar Brigadir Fandi ke Pengadilan

 

Ngetikngetik.com – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti marah besar saat mengetahui Brigadir Fandi ditampar William (sebelumnya disebut Liam, Red), pria Tionghoa pemilik toko genset di Jalan Surabaya, Kecamatan Medan Kota.

Kepada medansatu.com melalui sambungan telepon, Sabtu malam (19/9/2015) kemarin, Badrodin mengaku telah memerintahkan Kapolda Sumut, Irjen Ngadino untuk mengawal pengusutan kasus itu hingga ke pengadilan.

“Saya telah perintahkan Kapolda Sumut untuk mengusut dan memproses kasus itu hingga ke pengadilan,” tegas Badrodin.

Kapolri menganggap kasus itu bukan hanya kasus penganiayaan, kearoganan atau kesewenang-wenangan, tapi sudah bentuk penghinaan terhadap institusi Polri. Apalagi Brigadir Fandi ditampar saat sedang menjalankan tugas mengatur lalulintas.

Sebelumnya, Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, kasus penamparan yang dilakukan William merupakan tindakan makar, dan menghina institusi negara. Soal aksi arogannya itu, William terancam hukuman di atas 5 tahun.

Kasus ini terjadi pada Senin sore (14/9/2015). Saat itu anggota Satlantas Polresta Medan itu, sedang bertugas mengatur arus lalulintas di Jalan Surabaya Simpang Jalan Pandu.

Karena ada mobil yang diparkir dua lapis di depan toko genset, kemacetan panjang pun terjadi hingga ke Jalan Pandu. Untuk itulah, Brigadir Fandi lalu mendatangi toko genset itu. Ia meminta agar mobil penyebab kemacetan itu dipindahkan ke tempat lain, sehingga tidak menghalangi arus lalulintas.

Tiba-tiba saja pemilik mobil yang juga pemilik toko genset itu keluar dari rukonya. Ia langsung marah-marah, dan langsung menampar wajah Brigadir Fandi. Polisi ini hanya diam saat ditampar, ia tak melakukan perlawanan.

Bersama rekannya, Brigadir Fandi lalu memanggil kepala lingkungan (kepling). Bersama kepling, Brigadir Fandi dan rekannya lalu masuk ke dalam ruko. Namun pria Tionghoa yang menamparnya tak ada lagi di dalam.

Kasus penganiayaan dan penghinaan ini lalu dilaporkan Brigadir Fandi ke Polsek Medan Kota. Namun saat akan membuat laporan, Brigadir Fandi mendengar pria Tionghoa penamparnya akan membuat laporan balik ke Polresta Medan. Brigadir Fandi pun langsung cabut, dan membuat laporan ke Polresta Medan.

“Awalnya akan membuat laporan di sini, tapi yang nampar juga membuat laporan ke Polresta Medan. Makanya Brigadir Fandi juga membuat laporan ke Polresta Medan,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Ronald F Sipayung saat dikonfirmasi. (ksm)

Loading...
loading...
To Top