Lifestyle

Ini yang Bisa Terjadi pada Pasangan Jika Terlalu Sering Bercinta

Ilustrasi.

Ngetikngetik.com – Selain memenuhi kebutuhan biologis, aktivitas seks juga bermanfaat menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem imun. Lebih dari itu, rutin bercinta juga akan membantu pasangan mempertahankan kemesraan hubungan pernikahannya.

Rutin bercinta memang membawa dampak positif. Tapi lain hal nya jika Anda dan pasangan terlalu sering berhubungan seks. Ya, hal-hal baik sekalipun jika dilakukan secara berlebihan pun berpotensi membawa dampak negatif.

Apa yang terjadi apabila Anda dan suami bercinta terlalu sering? Menurut terapis seks Kat Van Kirk, salah satu atau keduanya bisa mengalami ruam-ruam kemerahan, iritasi bahkan lecet akibat penetrasi yang terlalu sering tanpa disertai lubrikasi cukup.

Sementara dampak negatifnya secara mental, jika gairah seksual antara Anda dan pasangan tak sejalan, akan menjadi beban bagi salah satu pihak yang hasrat seksnya lebih rendah. Entah itu dari pihak istri maupun suami.

“Salah satu pasangan mungkin merasa kewalahan dengan ekspektasi memberikan performa seks lebih dari lainnya. Dan ini bisa menyebabkan penghindaran dan rasa bersalah,” ujar penulis buku “The Married Sex Solution: A Realistic Guide to Saving Your Sex Life” ini, seperti dikutip dari Your Tango.

Frekuensi bercinta sebenarnya tidak memiliki batasan, karena itu sangat tergantung dari gairah dan mood masing-masing pasangan. Namun bisa dikatakan berlebihan apabila salah satu dari Anda sudah merasa tidak nyaman, mengalami masalah fisik seperti yang disebutkan di atas atau urusan lain menjadi terbengkalai karena Anda dan pasangan terlalu fokus dengan hubungan seks.

“Mayoritas orang menganggap frekuensi seks yang ideal antara satu atau dua kali seminggu. Frekuensi ini biasanya lebih tinggi pada pasangan di awal-awal hubungan,” jelas Madeleine Castellanos, M.D., yang juga seorang pakar seks.

Pages: 1 2

Loading...
loading...
Comments
To Top