Travel

Gurita Cincin Biru Paling Mematikan Di Seluruh Dunia

Ngetikngetik.com, Medan – Pantai Tanjung karang di Donggala yaitu destinasi buat para penyelam di Sulawesi Tengah. Namun hati-hati, di bawah lautnya terdapat gurita cincin biru yg dikenal sebagai gurita paling mematikan di dunia.

Ketika menyebut kata Donggala maka yg ada dikepala penggemar kuliner adalah nikmatnya sop kaledo kaki lembu Donggala. Namun Donggala lebih dari kaledo.

3 Kilomneter dari kota Donggala atau sekitar 1 jam perjalanan dari ibu kota propinsi Sulteng, Palu, ada Pantai Tanjung Karang dengan pasirnya yg putih dan air yg sangat jernih memperlihatkan hamparan terumbu karang yg sangat sehat terbentang sepanjang 500 m.

Prince John Dive Resort (PJR) adalah satu-satunya dive resort komersial di Tanjung Karang atau boleh jadi di Palu. Meskipun menempati lahan yg sangat luas, Secara fisik PJR tak istimewa bahkan telah akan termakan usia dan membutuhkan sejumlah perbaikan.

Selain PJR, di Pantai Tanjung Karang juga banyak terdapat penginapan lain. Umumnya adalah penginapan sederhana yg dikelola oleh masyarakat setempat.

Pantai Tanjung Karang yaitu objek wisata umum yg sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal pada akhir pekan. Ratusan orang mulai memadati pantai tersebut buat sekedar bermain air dan bersnorkeling ria.

Sayangnya, mereka masih kurang dapat menjaga kebersihan pantai. Pada senin pagi mulai kelihatan tumpukan sampah menggunung dipinggir pantai bahkan kita menjumpai dua bungkus rokok kretek diperairan yg dangkal.

Penyelaman malam hari di terumbu karang tepat didepan PJR sangat menyenangkan sekali karena tak ada arus dan relatif dangkal. Paling dalam kalian hanya turun sampai kedalaman 9 meter saja sehingga ngirit pemakaian udara dalam tabung.

Kalau tak ditunggu buat makan malam rasanya 2 jam didalam air tak terasa lama. Di house reef ini kami juga menjumpai blue ring octopus alias gurita cincin biru (Hapalochlaena maculosa) salah sesuatu makhluk cantik namun paling berbisa di muka bumi.

Ukurannya kecil, lebih kecil dari bola ping-pong. Namun sengatannya mampu membunuh seekor gajah dalam waktu singkat. Makhluk ini mulai semakin cantik kalau marah. Saat diprovokasi, maka ditubuhnya mulai muncul pola seperti cincin berawarna biru yg berpendar-pendar memberikan peringatan.

Putri kami, Mayang (16 tahun) sempat mengabadikan sicantik ini ketika marah menampilkan cincin birunya. Banyak penyelam kawakan mengelilingi dunia dan sudah menyelam ratusan atau bahkan ribuan kali tetapi belum pernah ketemu si ‘cincin biru’ ini.

Di kedalaman 4 m, terdapat terumbu karang yg dihuni oleh belut moray berukuran besar. Ikan berukuran setelapak tangan segera lenyap ditelan dalam sekedipan mata sehingga kita tak sempat mengabadikan moment tersebut dengan baik.

Tepat di depan resort terdapat bangkai kapal kayu pada kedalaman sekitar 20 m dimana banyak dijumpai ikan kelelawar (bat fish) dan juga lintah laut (Nudibranch) berwarna-warni. Nudibranch adalah objek fotografi favorit putri bungsu kita Melati (12 tahun).

Pada kesempatan itu dia juga sempat mengabadikan seekor lintah laut berwarna ungu dari spesies Hypselodoris bullocki dimana ditubuhnya terdapat seekor udang emperor. Udang ini memakai tubuh si lintah laut bagi berlindung karena tubuh nudibrach mengandung racun sekaligus mengirit tenaga buat berpindah lokasi.

Loading...
loading...
Comments
To Top