Dunia

Foto Digendong Oleh Korban Banjir Beredar, Reporter Cantik Ini Harus Menerima Kenyataan Pahit

Ngetikngetik.com, – Memiliki suatu pekerjaan pastinya ada resiko yang harus dilalui. Begitu pula dengan pekerjaan seorang jurnalis yang penuh dengan tantangan dan resiko di lapangan.

Seperti halnya, seorang jurnalis dalam melaksanakan pekerjaannya harus dituntut untuk siap menghadapi situasi seperti apapun dalam menjalankan tugas yang telah diberikan.

Termasuk ketika harus meliput suatu kejadian atau bencana seperti banjir. Maka seorang jurnalis harus rela mau berbasah-basahan di lokasi banjir untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang lebih eksklusiv.

Namun, seorang presenter cantik tampaknya belum mampu menghadapi resiko seperti itu. Karena takut sepatu mahalnya basah terendam banjir, presenter ini malah minta digendong oleh penduduk yang menjadi korban banjir.

Ulahnya itu pun mengundang hujatan dan berakhir dengan pemecatan dirinya oleh perusahaan media televisi tempat ia bekerja. Dilansir dari metro.co.uk, presenter tersebut bernama Lydia Cumming.

Lydia bekerja untuk untuk stasiun televisi lokal Azteca Puebla harus menerima kenyataan pahit. Dipecat dari perusahaannya setelah melakukan kesalahan konyol.

Lydia pun segera membuat pernyataan maaf ke publik atas kelakuannya tersebut. Namun foto Lydia saat sedang digendong dua korban banjir terlanjur menjadi viral dan dihujat oleh netizen.

Kepada media lokal, El Paris, Cumming mengatakan para korban sebetulnya dengan sukarela menawarkan diri untuk menggendongnya melewati daerah banjir.

Dan dia merasa tak enak hati menolak tawaran tersebut. “Seharusnya saya menolak tawaran tersebut,” ungkapnya.

“Saya hanya berusaha membangun hubungan yang baik dengan orang-orang dan takut dianggap kasar jika menolak permintaan itu.”

Dia menambahkan, para pembopong sebetulnya hanya menggendong selama dua detik, sebelum menurunkannya kembali. Sayangnya peristiwa tersebut telah menyebar di media sosial, bahkan tagar #Ladyreportera menjadi trending.

Loading...
loading...
Comments
To Top