Peristiwa

Erry Nuradi Buka Forum Arsitek dan Kota Sekaligus Munas ke-14 IAI di Medan

 

Ngetikngetik.com –  Plt Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi membuka Forum Arsitektur dan Kota yang merupakan rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-14 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Jumat (18/9/2015) di Hotel Grand Aston Medan.

Hadir pada kesempatan itu Ketua IAI Nasional Munichy B Edrees, Ketua IAI Sumut DR Delianur Nasution, ST, MT, Ketua Panitia Pusat Munas XIV Mascheijah, Ketua Panitia Sumut Munas XIV Boy Brahmawanta, ST. MT,

Dewan Kota Medan Budi Sinulingga, Ketua Inkindo Sumut Ir Rikardo Manurung, MSi dan para peserta Munas arsitek dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam IAI.

Plt. Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi dalam sambutannya mendorong para arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk dapat mengambil peluang pada proyek-proyek besar yang ada di Sumatera Utara.

Diantaranya pembangunan kawasan Aerotropolis Kualanamu yaitu pengembangan Bandara Internasional Kualanamu menjadi kawasan Aerotropolis.

Kawasan ini nantinya akan terintegrasi dengan pelabuhan Belawan Medan dan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Dalam konsep Aerotropolis suatu bandara akan menjadi pusat kegiatan yang dikelilingi oleh berbagai fasilitas pendukung yang terletak di dalam pagar bandara maupun di luar pagar bandara.

Fasilitas tersebut dapat berupa perkantoran, gudang logistic, arena permainan, hotel, perumahan, pusat industri, rumah sakit, pusat pendidikan, mall maupun sarana pendukung lainnya yaitu kota yang ada di sekitar Bandara Kuala Namu.

“Banyak proyek-proyek besar untuk pembangunan dan pengembangan Sumatera Utara, diharapkan para arsitek ambil peluang,” ajaknya.

Bukan hanya itu, Plt Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi juga mengharapkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumut dapat mendorong eksplorasi kekayaan seni dan budaya tradisional Sumatera Utara ke dalam bentuk karya arsitektur. Erry yakin kekayaan dan keunikan budaya Sumut bernilai bagi daya saing terutama menghadapi pasar bebas Asean.

Pada kesempatan itu Erry berkesempatan memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Sumatera Utara yang mempunyai nilai sejarah, bangunan-bangunan adat dan modern yang ada di Sumatera Utara yang multi etnis.

Dia mengharapkan lebih banyak lagi bangunan-bangunan di Sumatera Utara yang menampilkan elemen dan keindahan ciri khas budaya daerah sehingga landmark di kota-kota di Sumut tetap menonjolkan budaya.

Plt Gubsu mengatakan, Sumatera Utara mempunyai banyak potensi termasuk dibidang budaya dan bangunan-bangunan peninggalan bersejarah dan rumah-rumah tradisional.

“Kita cukup bangga bangunan-bangunan modern salah satunya bandara Kuala Namu sudah menampilkan ciri khas Sumut sehingga pantas menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara,” kata Erry.

Dia berharap lebih banyak lagi bangunan yang modern namun tetap menyerap kekayaan tradisi dan budaya khas delapan suku asli Sumut.

Dalam kesempatan itu Erry menyambut gembira pelaksanaan Forum Arsitektur dan Kota yang merupakan rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional MUNAS) IAI ke XIV di Medan pada tanggal 17-20 September.

Oleh karenanya Plt Gubsu mengharapkan momen Musyawarah Nasional yang akan dilaksanakan Ikatan Arsitek Indonesia Sumut akan melahirkan berbagai ide yang dapat bermanfaat bagi arsitektur Indonesia.

Ketua IAI Nasional Munichy mengharapkan Indonesia mempunyai undang-undang arsitek. Karena menurutnya hingga saat ini di Negara Asean tinggal Indonesia yang belum punya undang-undang tentang arsitek.

Padahal pihaknya telah dirintis sejak tahun 1978. Pada tahun 2000 an di negara ASEAN ada tiga negara yang belum memiliki undang-undang arsitek yaitu Myanmar, Vietnam dan Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa selama ini arsitek itu hanya dianggap sebagai juru gambar padahal arsitek itu adalah sebuah profesi.

Dicontohkannya bila terjadi mal praktek di kedokteran yang menjadi korban hanya satu orang, tetapi bila terjadi malpraktek dibidang arsitek atau salah rancang bangun suatu bangunan bisa menelan sampai ratusan orang.

“Produk arsitektur itu ada disegala bidang,” ujarnya.

Oleh karenanya dia mengharapkan agar pemerintah daerah dan pejabat-pejabat yang terkait dengan rancang bangunan dan para insan arsitektur agar menyamakan persepsi agar Indonesia itu punya undang-undang arsitek.

“Arsitektur itu membutuhkan proses bukan hanya sekedar gambar, oleh karenanya mari kita samakan persepsi agar Indonesia punya undang-undang arsitek” tukasnya.(ksm)

Loading...
loading...
To Top