Indonesia

Duh, Presiden Jokowi Di-Bully Gara-gara Salah Sebut Kota Kelahiran Soekarno

Ngetikngetik.com – Saat berpidato di Alun-alun kota Blitar, Jawa Tengah untuk memperingati hari lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa hatinya selalu bergetar jika datang ke Blitar, tempat kelahiran Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Berdasarkan penelusuran kami, tokoh proklamator itu lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dan wafat di Jakarta, 21 Juni 1970. Blitar adalah tempat pemakaman Bung Karno, berdasarkan Keppres RI nomor 44 tahun 1970 yang dikeluarkan oleh Presiden kedua RI, Soeharto.

Kesalahan itu kemudian membuat Ketua Komisi VI DPR RI, Hafiz Tohir protes. Menurutnya, seorang Presiden seharusnya tidak boleh membuat kesalahan. Apalagi, kesalahan tersebut terkait dengan data sejarah.

“Padahal Bung Karno lahir di Kota Surabaya. Mungkin dia slip tongue, yang jelas dalam sejarah tata negara Presiden tidak boleh salah,” ujarnya kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Jika pun Presiden melakukan kesalahan, lanjut Hafish, yang harus disalahkan adalah staf ahli Presiden dan Sekretaris Negara.

“Inilah kelemahan Tim Jokowi. Harus ada reshuffle yang mendasar karena sudah merusak bernegara,” simpulnya.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi memberikan sambutan dalam peringatan hari lahirnya Pancasila di Alun-Alun Kota Blitar, Jawa Timur. Baginya, Blitar selalu membuat hatinya bergetar.

“Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamator kita, Bapak Bangsa kita, Bung Karno, hati saya selalu bergetar,” kata Jokowi, Senin 1 Juni 2015.

Getaran itu muncul, kata Jokowi, saat dirinya menghayati semangat, ide dan cita-cita Bung Karno dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari serta berkepribadian.

Diterima atau tidak, Pancasila oleh Jokowi dianggap sebagai nilai yang harus direalisasikan. Perjuangan untuk mewujudkan nilai-nilai luhur itu tidak akan pernah selesai.

“Dalam menempuh medan perjuangan itu kita harus memerlukan kebersamaan, republik ini membutuhkan gotong-royong,” ungkapnya.

Banyak netizen yang tak habis pikir dengan kesalahan Jokowi tersebut. Ada yang mem-bully secara tegas, namun tak sedikit yang menggunakan sindiran pedas.

“Sepertinya memang perlu nih Jokowi cs harus di RENOVASI MENTAL, Tempat lahir Bung Karno aja salah,” ungkap akun @DDanoko seperti yang dikutip dari Okezone, Kamis (4/6/2015).

Dengan gaya sarkastik, akun @ImamMalik3 menambahkan, bahwa yang salah bukan Jokowi, tapi Bung Karno yang tak memilih lahir di Blitar. “Itu bukan salah Jokowi, yang salah Soekarno kenapa enggak lahirnya di Blitar saja,” ungkapnya.

Akun @kokokdirgantoro berujar, cercaan masyarakat ke Jokowi tentang data sejarah bukanlah sesuatu yang dicari-cari. “Kadang saya merasa orang mencari-cari kesalahan Jokowi. Tapi rasanya salah sebut kota kelahiran Soekarno bukan kesalahan yg dicari-cari,” tegasnya.

Loading...
loading...
To Top