Indonesia

Duh, Pembongkar Kasus Pembunuhan Angeline Diteror!

Ngetikngetik.com – Pendamping hukum dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A), Siti Sapurah mengaku keselamatannya terancam saat mengadvokasi kasus kematian Angeline (Engeline).

Perempuan yang biasa disapa Ipung itu setiap hari ditelepon oleh orang tak dikenal. “Dia mengaku bernama Erwin. Dia bisa telepon sehari 20 kali. Dia bilang disuruh oleh Polda Bali,” kata Ipung, Kamis 18 Juni 2015.

Menurut Ipung, tiap kali telepon, pria itu selalu mengajak bertemu dan menanyakan alamat rumah Ipung. Si pria mengaku hendak membicarakan kasus Angeline.

Ipung juga telah menyiapkan tiga saksi yang diduga terkait erat dengan penelantaran anak dan pembunuhan Angeline. Saksi itu salah satunya adalah kerabat Margriet yang didatangkan dari Pekanbaru, Riau. Ketiganya bernama Francky Alexander Maringka (46), Yuliet Christien (41) dan Loraine (58).

Tak cuma Ipung, ketiga saksi itu juga mendapat ancaman dari orang yang mengaku suruhan Margriet. Saat di bandara mau terbang ke Bali, mereka diancam untuk tidak membongkar kasus ini.

Melihat banyaknya teror serta ancaman, Ipung siap meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Kita minta perlindungan ke LPSK. Sebelumnya ke Polda dan Polresta kita ke LPSK dulu,” imbuhnya.

Bantah

Sebelumnya, Margriet melalui kuasa hukumnnya, Hotma Sitompul mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tak lagi memberikan komentar negatif tanpa fakta dan bukti konkret terkait kematian Angeline.

“Kami akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang bicara tanpa fakta, menyebar fitnah dan mencemarkan nama baik klien kami,” kata Hotma. (Berry Putra/dream)

Loading...
loading...
To Top