Peristiwa

DPRD Medan Sikapi Pungli dan Pelayanan Buruk Lurah Bangun Mulia

 

Ngetikngetik.com – Terkait pelayanan buruk dan tuduhan pungli terhadap Lurah Bangun Mulia Kec Medan Amplas, Rasid Tarigan disikapi serius anggota komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol, SH. Ia pun mengaku prihatin mendengar jika kinerja dan pelayanan Lurah dikeluhkan warga serta mengadukan ke Walikota dan DPRD Medan.

“Kita akan segera panggil Lurah dan Camatnya. Jika pengaduan warga benar, kita (komisi A DPRD Medan-red) pasti akan merekomendasikan agar jabatan Lurah dievaluasi atau dicopot,” sebut Andi Lumban Gaol, SH kepada wartawan di Medan, Minggu (20/8/2015).

Ditambahkan politisi PKPI yang membidangi pemerintahan ini, seharusnya Lurah harus tetap sebagai pelopor dan pengayom di masyarakat. Artinya Lurah harus merakyat bekerjasama dengan warga menciptakan suasana kondusif.

“Jangan sampai ada riak riak seperti ini, lakukan persuasif. Lurah harus mendukung penuh peningkatan pembangunan di kota Medan,” ujar Andi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Lurah Bangun Mulia Rasid Tarigan diadukan warga ke Walikota Medan dan DPRD Medan terkait kinerja Lurah dan staf Kelurahan Bangun Mulia yang dituding buruk dan tidak disiplin sering terlambat masuk kantor.

Selain itu terkait pelayanan adiministrasi sangat mahal seperti urusan surat ahli waris, urusan KK dan KTP bahkan kerap dipersulit. Lurah juga dituding tidak respon dengan keluhan warga. Bahkan kutipan untuk biaya surat ahli waris ditetapkan Rp 500.000 s/d Rp 800.000.

Menurut keterangan Camat Medan Amplas Zul Fahri, yang dihubungi wartawan Jumat (18/9), pihaknya sudah memanggil memanggil Lurah, staf kelurahan maupun kepala lingkungan (Kepling).

“Mudah mudahan dengan pemanggilan Lurah ada perubahan dalam melayanai masyarakat,”sebut Zul Fahri melalui pesan singkatnya ke Hp wartawan. (ksm)

Loading...
loading...
To Top