Ekonomi

Dilema Kantong Plastik Berbayar, Mencari Keuntungan Dalam Alasan

Ngetikngetik.com – Sejak seminggu belakangan ini, banyak masyarakat yang mulai membicarakan tentang kantong plastik berbayar. Hal ini berlaku ketika kita berbelanja di supermarket maupun tempat belanja umum lainnya. Namun banyak masyarakat yang tak mengetahui hal ini karena kurang nya sosialisasi yang dilakukan pihak-pihak terkait.

Program kantong plastik berbayar memunculkan pro kontra. Seperti yang diutarakan aktivis lingkungan Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh). Menurut Yapelh, aturan kantong plastik berbayar tidak akan berdampak signifikan terhadap pengurangan sampah plastik.

“Kami kira itu tak akan mempengaruhi persoalan sampah plastik, justru akan menimbulkan pengusaha di bidang tersebut untuk berbisnis, karena kini bukan menjadi tanggung jawab retail atau perusahaan lagi, tetapi langsung konsumen,” kata Direktur Yapelh Uyus Setia Bhakti.

Kantong plastik berbayar ini disebut malah merugikan masyarakat dan menguntungkan perusahaan-perusahaan tertentu. Pemerintah seharusnya mengkampanyekan perubahan gaya hidup atau pola pikir masyarakat ketimbang harus menimbulkan adanya transaksi baru pada sampah plastik.

Seperti diketahui, Sampah hasil sisa produksi manusia seperti sampah plastik memang berbahaya, butuh 350 tahun untuk mengurainya. Tetapi seharusnya jangan menjadi hal yang diperjual-belikan. Seharusnya pemerintah berfikir bagaimana meanggulangi sampah bersama dengan masyarakat bukannya mencari keuntungan dalam alasan.

Loading...
loading...
Comments
To Top