Indonesia

Aneh, Merian Kuno di Istana Maimun Ini Sering Keluarkan Suara Dentuman dan Tangisan

Ngetikngetik.com – Sebuah meriam kuno di Istana Maimun, Medan Sumatera Utara, dipercaya menyimpan sebuah misteri. Sejumlah orang bahkan mengakui mendengar suara-suara aneh, saat mendekatkan telinga ke lubang meriam tersebut.

Tak diketahui pasti bagaimana kajian ilmiahnya terhadap fenomena ini. Namun, berkat keunikan senjata legenda yang sudah dikenal sebagai meriam Puntung oleh masyarakat setempat, membuatnya menjadi hal yang penting saat berkunjung ke Istana Maimun.

Beberapa orang yang sudah menjajal langsung meriam kuno ini, mengaku mendengarkan suara yang berbeda-beda. Ada yang mendengar suara air, deru angin, suara wanita menangis bahkan hingga suara dentuman saat zaman peperangan dahulu kala.

“Saya seperti mendengar suara orang perang. Ada dentuman meriam kalau kita dekatkan telinga kita ke sumbu ledak meriam ini,” ujar salah seorang pengunjung Istana Maimun, Fahrur Rozy, Rabu 3 Juni 2015.

Suara berbeda justru didengarkan oleh Yulia Ningsih. Ibu rumah tangga ini justru mendengar suara tangisan perempuan dari lubang meriam.

“Memang aneh mendengarnya. Saya persis seperti mendengar tangisan seorang perempuan,” ujarnya.

Hingga kini, meriam legenda yang tersimpan di bangunan yang didirikan oleh Sultan Makmun Al Rasyud Perkasa Alam ini, masih terawat rapi.

Meski kondisi fisiknya memang sudah terpotong, namun justru bentuk itu menjadikannya semakin unik.

Salah seorang pemandu wisata Istana Maimun, Sadidah. Tak menampik adanya fenomena suara aneh dari meriam tersebut.

Namun, menurutnya, suara-suara itu tercipta karena pengunjung yang tersugesti dengan kisah dan cerita sejarah tentang meriam tersebut.

Dimana konon ceritanya, meriam itu berkaitan dengan penolakan pinangan kerajaan Iskandar Muda, Aceh oleh Kerajaan Haru di Tanah Deli, Medan.

“Saat terjadi perang, Kerajaan Haru kalah. Namun adik Putri Hijau mempunyai kesaktian dan menjelma sebagai meriam. Meriam secara terus menerus digunakan hingga mengeluarkan panas yang dahsyat hingga akhirnya terbelah dua,” ujar Sadidah.

Loading...
loading...
To Top