Properti

5 Langkah Mudah Ambil Untung Dari Bisnis Sewa Properti

Ngetikngetik.com – Bagi Anda yang telah memiliki lebih dari satu rumah, alangkah baiknya jika peluang tersebut dimanfaatkan untuk memulai bisnis sewa properti.

Selain menjadikan rumah tersebut tak lagi kosong, bisnis ini juga mampu menghasilkan laba yang sangat menggiurkan. Apalagi jika mengingat angka kebutuhan akan rumah tinggal setiap harinya terus meningkat.

Namun sebelum mulai menyewakan properti pribadi Anda, seperti rumah, apartemen, dan ruko rupanya ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan secara matang. Dikutip dari laman Rumah.com, Selasa (22/12/2015), inilah poin penting yang perlu dipelajari saat memulai bisnis properti:

1. Pilih penyewa jangka panjang

Cara pertama yang harus dilakukan adalah memilih penyewa yang siap menghuni rumah Anda dalam jangka waktu lama. Hal ini dimaksudkan untuk menstabilkan omset dan menjaga keamanan finansial Anda.

Lamanya waktu sewa bisa Anda tentukan sesuai keinginan, namun yang ideal adalah satu hingga dua tahun. Berbeda jika Anda menyewakan properti untuk mencari keuntungan, maka sebaiknya tetapkan waktu sewa per bulan.

2. Menyesuaikan harga pasar

Sebelum menyewakan properti Anda, jangan lupa untuk mensurvei harga pasar agar biaya sewa yang ditentukan tidak meleset. Akan tetapi dengan fasilitas lebih, Anda juga bisa menaikkan harga sewa agar tak merugi.

Cermati juga kondisi properti dan faktor lokasi sebagai penentu harga sewa. Sehingga, bila lokasi properti Anda berada di area strategis terlebih merupakan kawasan ekspatriat, Anda bisa menaikkan harga sewa yang lebih tinggi lagi.

Namun jika Anda berani menawarkan fasilitas menarik lainnya kepada penyewa, seperti laundry, kolam renang, atau layanan pembersih rumah, sudah tentu harga sewa yang dipatok bisa lebih tinggi dibandingkan pesaing Anda.

3. Menghitung biaya

Langkah ketiga adalah menghitung secara rinci terkait properti yang akan Anda sewakan. Kerap kali hal ini luput dari perencanaan oleh sebagian pemilik properti. Secara umum, hal ini memang wajar karena biasanya biaya perawatan properti ditanggung oleh si penyewa.

Misalnya biaya memperbaiki atap yang bocor, mesin air bermasalah, warna cat memudar, paralon mampet, hingga nat lantai yang mengelupas.

Akan tetapi ternyata ada sebagian kondisi dimana urusan ini menjadi tanggung jawab pemilik properti. Biasanya hal ini terkait dengan suatu instalasi yang tidak berfungsi secara optimal, dan bukan merupakan kesalahan penyewa.

Oleh sebab itu, alokasikan dana sekitar 30 persen-40 persen dari harga sewa tiap bulannya untuk cadangan biaya tak terduga. Tentunya hal ini juga berfungsi untuk memaksimalkan keuntungan Anda saat berbisnis properti.

Pages: 1 2

Loading...
loading...
Comments
To Top